Allah tidak memisahkan diri-Nya untuk “bangsa non-Yahudi,” hanya bangsa Israel. Gagasan yang ada di gereja-gereja bahwa bangsa-bangsa non-Yahudi memiliki rencana keselamatan terpisah dari Israel, di mana mereka tidak perlu menaati Hukum Allah yang kuat dan kekal untuk diselamatkan, adalah doktrin manusia. Dalam keempat Injil, Yesus tidak pernah memberitakan ajaran sesat ini. Bapa hanya mengutus kepada Yesus bangsa-bangsa non-Yahudi yang mengikuti hukum-hukum yang sama yang diberikan kepada bangsa yang dipilih-Nya sendiri dengan perjanjian kekal. Selama lebih dari tiga tahun, Yesus melatih para rasul dan murid untuk menaati Bapa. Yahudi atau non-Yahudi, kita harus hidup seperti mereka, memelihara Sabat, sunat, makanan terlarang, tzitzits, janggut, dan semua ketetapan Tuhan lainnya. Keselamatan bersifat individu; taatlah selagi masih hidup. | Jemaat harus memiliki hukum yang sama, yang berlaku baik bagimu maupun bagi orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu; ini adalah ketetapan untuk selama-lamanya. (Bilangan 15:15) | hukumallah.org
Lakukan bagianmu dalam pekerjaan Tuhan. Bagikan pesan ini!
























