Dimulai dari Abraham, Allah menciptakan satu bangsa bagi diri-Nya dan memeteraikan perjanjian kekal dengan tanda sunat, yang berlaku bagi keturunan Abraham dan bangsa non-Yahudi di rumah tangganya. Sejarah membuktikan bahwa perjanjian ini tetap berlaku bahkan selama masa pemberontakan yang panjang. Kedatangan Mesias tidak mengubah perjanjian ini, bahkan Yesus sendiri menyatakan bahwa Ia hanya datang untuk umat-Nya. Namun, siapa pun bangsa non-Yahudi dapat memperoleh pengampunan dan keselamatan dalam Kristus, asalkan ia mengikatkan diri kepada Israel. Ketika seorang non-Yahudi memutuskan untuk menaati hukum yang sama yang diberikan kepada Israel, Bapa menerimanya, menghormatinya, lalu mengutusnya kepada Anak. Inilah rencana keselamatan yang sejati, satu-satunya yang diwahyukan Allah dan dijalani para rasul serta murid Kristus. Jangan mengikuti mayoritas, taatlah selagi masih hidup. | Jemaat harus memiliki hukum yang sama, yang berlaku baik untuk kamu maupun untuk orang asing yang tinggal di antaramu; ini adalah ketetapan untuk selama-lamanya. (Bilangan 15:15) | hukumallah.org
Lakukan bagianmu dalam pekerjaan Tuhan. Bagikan pesan ini!
























