Dalam perumpamaan tentang talenta, dua hamba taat dan melakukan yang terbaik, tetapi satu tidak melakukan apa-apa, dan justru yang satu inilah yang Yesus katakan dilemparkan ke dalam kegelapan yang paling luar. Ini seharusnya cukup untuk membangunkan setiap orang Kristen yang tulus: Tuhan tidak menyelamatkan mereka yang tidak melakukan apa-apa. Namun demikian, banyak pemimpin mengajarkan bahwa cukup “percaya” dan tidak melakukan apa-apa, seolah-olah iman tanpa ketaatan sudah cukup untuk mewarisi hidup yang kekal, padahal Yesus tidak pernah mengajarkan hal ini. Bapa berkenan kepada mereka yang menaati perintah-perintah yang diwahyukan kepada para nabi sebelum Mesias dan oleh Mesias sendiri. Hamba yang setia menaati, berusaha, menghormati setiap perintah Yang Mahatinggi, dan inilah yang Bapa utus kepada Anak untuk pengampunan dan keselamatan. Jangan ikuti mayoritas, taatilah selama engkau hidup. | Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku adalah mereka yang mendengarkan firman Allah [Perjanjian Lama] dan melakukannya (Lukas 8:21). | hukumallah.org
Lakukan bagianmu dalam pekerjaan Tuhan. Bagikan pesan ini!
























