Hukum bukanlah pintu ke surga, tetapi hukum menunjukkan siapa yang cukup takut kepada Allah untuk masuk surga. Pintu itu adalah Yesus, Anak Domba Allah, dan hanya Darah-Nya yang menyucikan dosa. Namun, Darah itu tidak menutupi jiwa-jiwa yang tahu tetapi menolak menaati Hukum Allah yang kuat dan kekal. Sejak zaman tabernakel hingga salib, prinsipnya jelas: Bapa menuntun kepada Anak Domba mereka yang berkenan kepada-Nya, dan Dia berkenan kepada Yahudi atau bangsa lain yang berusaha menaati perintah kudus-Nya. Yesus mengajarkan ketaatan kepada para rasul dan, seperti mereka, kita harus memelihara perintah Sabat, sunat, makanan haram, tzitzits, janggut, dan semua ketetapan Tuhan lainnya. Keselamatan itu bersifat individu. Jangan ikuti mayoritas, taatilah selama engkau masih hidup. | Itulah sebabnya Aku berkata kepadamu bahwa tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku jika tidak dikaruniakan oleh Bapa. (Yohanes 6:65) | hukumallah.org
Lakukan bagianmu dalam pekerjaan Tuhan. Bagikan pesan ini!
























