Semua tulisan dari Devotional

Renungan Harian: “Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau; jangan bimbang…

“Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau; jangan bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan” (Yesaya 41:10).

Terkadang kita dibawa ke situasi yang tampak mustahil. Allah mengizinkan kita sampai pada titik itu agar kita belajar bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Ketika semua bantuan manusia gagal, kita menyadari bahwa Tuhan adalah satu-satunya sumber pertolongan kita, dan di sanalah kita menemukan kuasa-Nya bekerja secara luar biasa.

Kepercayaan ini menjadi semakin kuat ketika kita hidup setia pada Hukum Yang Mahatinggi yang agung. Ketaatanlah yang memberi kita keberanian untuk berseru dengan penuh keyakinan, mengetahui bahwa Allah tidak pernah mengecewakan anak-anak-Nya. Ketika kita melepaskan dukungan rapuh dunia ini, kita menemukan keteguhan dalam Tuhan dan melihat janji-janji-Nya digenapi bagi kita.

Jadi, serahkanlah setiap pergumulan kepada Sang Pencipta dan ingatkan Dia akan janji-Nya kepadamu. Bukan sebagai orang yang ragu, melainkan sebagai orang yang percaya. Siapa yang sepenuhnya bersandar pada Allah akan menemukan bahwa tidak ada kerumunan sebesar apa pun yang mampu mengalahkan orang yang berjalan dalam terang Yang Mahatinggi dan dipimpin kepada Sang Anak untuk hidup yang kekal. Diadaptasi dari F. B. Meyer. Sampai besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Bapa yang terkasih, aku datang di hadapan-Mu mengakui bahwa hanya Engkaulah penolong sejati bagiku. Ketika segalanya tampak mustahil, aku percaya bahwa Tuhan ada di sisiku.

Tuhan, tuntunlah aku agar aku hidup dalam ketaatan kepada Hukum-Mu yang agung. Kiranya setiap kesulitan menjadi kesempatan untuk melihat kuasa-Mu bekerja dan menguatkan imanku.

Ya Allah yang terkasih, aku bersyukur kepada-Mu karena Engkaulah penolongku di masa kesesakan. Putra-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang penuh kuasa adalah perisai yang melindungiku. Perintah-perintah-Mu adalah tembok yang kokoh di sekelilingku. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan…

“Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal besar dan yang teguh yang tidak kauketahui” (Yeremia 33:3).

Doa yang efektif bukanlah pengulangan kosong atau upaya untuk meyakinkan Allah, melainkan pencarian yang tulus disertai iman yang sejati. Ketika ada suatu hal khusus, berdoalah sampai percaya — sampai hati dipenuhi keyakinan bahwa Tuhan telah mendengar. Kemudian, ucapkanlah syukur terlebih dahulu, meskipun jawabannya belum tampak. Doa yang dilakukan tanpa iman menjadi lemah, tetapi doa yang lahir dari kepercayaan yang teguh mengubah hati.

Kepercayaan yang teguh ini lahir dari hidup yang selaras dengan perintah-perintah agung dari Yang Mahatinggi. Iman bukanlah pikiran positif, melainkan keyakinan bahwa Allah memberi upah kepada anak yang taat. Siapa yang berjalan dalam kehendak Tuhan, berdoa dengan penuh keyakinan, karena tahu hidupnya ada di jalur yang benar dan janji-janji-Nya adalah bagi mereka yang menghormati-Nya.

Maka, ketika engkau berlutut, lakukanlah dengan ketaatan di dalam hati. Doa orang yang taat memiliki kuasa, membawa damai, dan membuka pintu. Bapa mendengar dan menjawab pada waktu yang tepat, mempersiapkan engkau untuk menerima bukan hanya jawaban, tetapi juga pertumbuhan rohani yang datang dari persekutuan dengan Sang Anak. Diadaptasi dari C. H. Pridgeon. Sampai jumpa besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Bapa yang terkasih, aku datang di hadapan-Mu dengan hati yang rindu untuk berdoa dengan iman yang sejati. Ajarlah aku untuk menanti dan bersyukur bahkan sebelum melihat jawabannya.

Tuhan, tolonglah aku untuk berjalan setia dalam perintah-perintah-Mu yang agung agar doaku menjadi kuat dan tetap, dan imanku teguh serta tak tergoyahkan.

Oh, Allah yang terkasih, aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau memberi upah kepada anak yang taat dan mendengarkan doa yang tulus. Anak-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang berkuasa adalah dasar kepercayaanku. Perintah-perintah-Mu adalah jalan yang aman bagi doaku. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: “Siapakah yang akan naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang akan berdiri…

“Siapakah yang akan naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang akan berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya” (Mazmur 24:3-4).

Banyak dari kita tetap berada di dataran rendah karena takut untuk mendaki gunung-gunung Allah. Kita merasa nyaman di lembah karena jalannya tampak sulit, curam, dan menuntut. Namun, justru dalam usaha mendaki itulah kita menemukan pandangan baru, udara yang lebih segar, dan kehadiran Tuhan yang lebih nyata. Bukit-bukit yang awalnya tampak menakutkan menyimpan berkat dan pewahyuan yang tidak akan pernah kita alami selama kita tetap di lembah.

Di sinilah perintah-perintah agung dari Yang Mahatinggi berperan. Mereka tidak hanya menuntun kita, tetapi juga menguatkan kita untuk maju. Ketika kita memilih untuk taat, kita memperoleh keberanian untuk meninggalkan zona nyaman dan naik ke ketinggian Allah. Setiap langkah setia membawa kita pada tingkat keintiman, hikmat, dan kedewasaan rohani yang tidak ada di dataran rendah.

Karena itu, jangan takut akan gunung-gunung Tuhan. Tinggalkan kepuasan diri dan majulah ke tempat-tempat tinggi, di mana Bapa ingin menuntun Anda. Siapa yang berjalan di ketinggian ini dengan ketaatan akan menemukan kepenuhan hidup dan dipersiapkan untuk dipimpin kepada Sang Anak, di mana ada pengampunan dan keselamatan yang kekal. Diadaptasi dari J. R. Miller. Sampai jumpa besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Bapa yang terkasih, aku memuji-Mu atas bukit-bukit dan lembah-lembah dalam hidupku. Aku tahu setiap bagian dari perjalanan ini ada di bawah kendali-Mu.

Tuhan, ajarilah aku menghadapi setiap tantangan dengan menaati perintah-perintah-Mu yang agung, percaya bahwa bahkan kesulitan pun membawa berkat yang telah Engkau siapkan.

Oh, Allah yang terkasih, aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau mengubah bukit-bukitku menjadi tempat hujan dan lembah-lembahku menjadi ladang yang subur. Anak-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang berkuasa adalah jalan yang kokoh di pegunungan. Perintah-perintah-Mu adalah hujan yang menyuburkan hatiku. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: “Aku akan mengadakan perjanjian-Ku antara Aku dan engkau, dan Aku akan…

“Aku akan mengadakan perjanjian-Ku antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak” (Kejadian 17:2).

Janji-janji Tuhan adalah sumber yang tidak pernah kering. Janji-janji itu tidak surut di masa kekurangan, sebaliknya—semakin besar kebutuhan, semakin nyata kelimpahan Allah. Ketika hati bersandar pada firman Yang Mahatinggi, setiap saat sulit berubah menjadi kesempatan untuk mengalami pemeliharaan ilahi dengan cara yang lebih dalam dan nyata.

Namun, untuk minum dari kepenuhan itu, kita harus datang dengan “cawan” ketaatan. Siapa yang berjalan dalam perintah Tuhan yang mulia akan belajar untuk percaya, meminta, dan menerima sesuai dengan komitmennya. Semakin setia, semakin besar ukuran yang dibawa ke sumber itu, dan semakin besar pula bagian kekuatan dan anugerah yang dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, datanglah kepada janji-janji Allah dengan hati yang taat. Bapa rindu memenuhi hidupmu dengan berkat dan pemeliharaan, mempersiapkanmu untuk kekekalan bersama Sang Anak. Setiap hari yang dijalani dalam kesetiaan adalah kesempatan untuk mengalami kekayaan yang hanya Tuhan dapat berikan. Diadaptasi dari John Jowett. Sampai jumpa besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Bapa yang terkasih, aku datang ke hadapan-Mu dengan hati yang percaya, yakin bahwa janji-janji-Mu adalah kekal dan tidak pernah gagal.

Tuhan, tolonglah aku untuk berjalan dalam perintah-Mu yang mulia, membawa “cawan” ketaatan yang lebih besar untuk menerima segala yang telah Engkau sediakan bagiku. Ajarlah aku untuk bergantung kepada-Mu dalam setiap kebutuhan.

Oh, Allah yang terkasih, aku bersyukur karena janji-janji-Mu adalah sumber yang tak pernah habis. Anak-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang berkuasa adalah sungai kehidupan yang abadi. Perintah-Mu adalah aliran kelimpahan yang memuaskan jiwaku. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: “Engkau akan menjaga dalam damai sejahtera yang sempurna orang yang…

“Engkau akan menjaga dalam damai sejahtera yang sempurna orang yang hatinya teguh; karena ia percaya kepada-Mu” (Yesaya 26:3).

Kehidupan jauh lebih dari sekadar ada atau menikmati kenyamanan. Tuhan memanggil kita untuk bertumbuh, untuk dibentuk dalam karakter Kristus, untuk menjadi kuat dalam kebajikan, berintegritas, dan berdisiplin. Dia ingin membentuk dalam diri kita damai yang tidak tergoyahkan oleh keadaan, kepercayaan batin yang mengubah setiap tantangan menjadi kemenangan yang hening. Inilah kehidupan sejati: bukan hanya bertahan hidup, tetapi bertumbuh secara rohani.

Pertumbuhan ini terjadi ketika kita memilih untuk berjalan menurut perintah-perintah luhur dari Yang Mahatinggi. Perintah-perintah itu berfungsi sebagai penuntun menuju kedewasaan, mengembangkan kesabaran, penguasaan diri, belas kasih, dan keteguhan. Setiap tindakan ketaatan adalah sebuah pembangunan dalam karakter kekal yang Tuhan ingin bentuk dalam diri kita, mempersiapkan kita untuk menghadapi ujian dengan ketenangan.

Maka, pandanglah hidup dengan mata yang baru. Jangan puas hanya dengan yang diperlukan; carilah yang kekal. Bapa membentuk dan membimbing mereka yang menyerahkan diri kepada kehendak-Nya, mengubah setiap tahap menjadi anak tangga menuju citra Putra-Nya dan menuntun mereka pada damai kemenangan yang hanya Yesus dapat berikan. Diadaptasi dari J. R. Miller. Sampai besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Bapa yang terkasih, aku datang di hadapan-Mu mengakui bahwa hidup jauh lebih dari sekadar kenyamanan. Aku ingin bertumbuh dalam karakter Putra-Mu dan dibentuk sesuai kehendak-Mu.

Tuhan, tuntunlah aku agar aku hidup menurut perintah-perintah-Mu yang luhur, mengembangkan kebajikan, disiplin, dan kedewasaan rohani di setiap langkah perjalananku.

Ya Allah yang terkasih, aku bersyukur karena Engkau membawaku melampaui hal-hal dasar untuk mengubahku menjadi serupa dengan Putra-Mu. Putra-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang berkuasa adalah jalan pertumbuhan bagi jiwaku. Perintah-perintah-Mu adalah anak tangga yang mengangkatku menuju damai-Mu. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: “Mata Tuhan mengawasi seluruh bumi, untuk menunjukkan kekuatan-Nya…

“Mata Tuhan mengawasi seluruh bumi, untuk menunjukkan kekuatan-Nya kepada mereka yang hatinya sepenuhnya berpaut kepada-Nya” (2 Tawarikh 16:9).

Setiap hari kita dihadapkan pada hal-hal yang tidak kita ketahui. Tidak ada yang tahu pengalaman apa yang akan datang, perubahan apa yang akan muncul, atau kebutuhan apa yang akan timbul. Namun Tuhan sudah ada di sana, mendahului kita, memperhatikan setiap detail. Dia menjamin bahwa mata-Nya mengawasi hari-hari kita dari awal hingga akhir tahun, menopang kita dengan air yang tak pernah kering dan sumber yang tak pernah gagal. Keyakinan inilah yang mengubah ketakutan menjadi kepercayaan dan kecemasan menjadi damai.

Untuk hidup dengan keyakinan ini, kita perlu menyelaraskan hidup kita dengan perintah-perintah luhur dari Yang Mahatinggi. Perintah-perintah itu mengajarkan kita untuk bergantung kepada Allah sebagai satu-satunya sumber, bukan pada sumber daya dunia yang tidak stabil. Setiap langkah ketaatan bagaikan minum dari sumber kekal, menerima kekuatan untuk menghadapi hal-hal yang belum kita ketahui dan menemukan keseimbangan bahkan di masa pencobaan.

Maka, jalani hari yang baru ini dengan percaya kepada Tuhan. Bapa tidak akan membiarkan kekurangan bagi mereka yang menjadi milik-Nya. Siapa yang berjalan dalam kesetiaan akan menemukan bahwa hal-hal yang tidak diketahui bukanlah musuh, melainkan tempat di mana Allah menyatakan pemeliharaan-Nya, menuntun kita dengan aman dan mempersiapkan kita untuk hidup kekal dalam Yesus. Diadaptasi dari Lettie B. Cowman. Sampai jumpa besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Bapa yang terkasih, aku memuji-Mu karena mata-Mu mengawasi setiap hari yang baru bahkan sebelum hari itu dimulai. Aku percaya bahwa Engkau telah mempersiapkan segala yang kubutuhkan.

Tuhan, tolonglah aku untuk hidup menurut perintah-perintah-Mu yang luhur, agar aku hanya bergantung kepada-Mu di setiap langkah perjalananku.

Oh Allah yang terkasih, aku bersyukur kepada-Mu karena sumber-Mu tak pernah kering. Putra-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang berkuasa adalah sungai yang terus mengalir menopangku. Perintah-perintah-Mu adalah aliran kehidupan yang memperbarui jiwaku. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: “Tuhan adalah gembalaku; takkan kekurangan aku” (Mazmur 23:1)

“Tuhan adalah gembalaku; takkan kekurangan aku” (Mazmur 23:1).

Hidup membawa pertempuran, tantangan, dan saat-saat penuh kesungguhan. Namun, siapa yang percaya kepada Gembala jiwanya akan menemukan kekuatan untuk maju, menjalankan kewajiban, dan mengatasi setiap ujian. Iman kepada Tuhan menopang ketaatan, dan ketaatan memelihara iman, menciptakan lingkaran kepercayaan dan kemenangan. Pada akhir perjalanan, ketika perjuangan di dunia ini berakhir, iman yang sama akan berubah menjadi nyanyian kemenangan.

Untuk berjalan demikian, diperlukan mengikuti perintah-perintah agung dari Yang Mahatinggi, yang membimbing kita seperti tongkat yang kokoh di jalan kehidupan sehari-hari. Setiap tindakan setia, setiap langkah taat membangun keteguhan batin dan mempersiapkan kita untuk kekekalan. Dengan demikian, bahkan di tengah pergumulan, kita merasakan damai dari Sang Gembala yang menuntun kita dengan kasih dan tujuan.

Maka, majulah tanpa takut. Gembala surgawi menuntun orang-orang yang taat melewati air yang tenang dan, di akhir perjalanan, mereka memandang cahaya surga yang tercermin di air kehidupan yang kekal. Siapa yang tekun dalam kehendak Tuhan akan menemukan bahwa kematian hanyalah sebuah peralihan menuju damai sejahtera yang bersinar di hadirat-Nya. Diadaptasi dari Stopford A. Brooke. Sampai jumpa besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Bapa yang terkasih, aku datang kepada-Mu dengan hati yang siap mengikuti jalan-Mu, meskipun di tengah pertempuran hidup ini.

Tuhan, tuntunlah aku agar aku berjalan setia dalam perintah-perintah-Mu yang agung. Kiranya imanku dikuatkan oleh ketaatan, dan ketaatanku diteguhkan oleh iman.

Oh, Allah yang terkasih, aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau membimbingku seperti Gembala yang sempurna. Putra-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang perkasa adalah tongkat yang menuntun langkahku. Perintah-perintah-Mu adalah air yang tenang yang menyegarkan jiwaku. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: Lalu Ia membawa Abram ke luar dan berkata: Lihatlah…

“Lalu Ia membawa Abram ke luar dan berkata: ‘Lihatlah ke langit dan hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya’” (Kejadian 15:5).

Seperti Abraham, seringkali kita terkurung dalam “kemah” kita — batasan pikiran, ketakutan, dan kecemasan kita. Namun Tuhan memanggil kita keluar, untuk menengadah ke langit dan melihat lebih jauh. Dia mengundang kita untuk menukar ruang yang sempit dengan pandangan yang luas, untuk hidup dengan kaki yang teguh dalam kehendak-Nya dan hati yang terbuka atas apa yang telah Dia rencanakan. Ketika kita memandang ke atas, kita menyadari bahwa pikiran Allah jauh lebih tinggi daripada pikiran kita, dan jalan-jalan-Nya selalu lebih besar daripada yang kita bayangkan.

Untuk mengalami kehidupan yang lebih luas ini, kita harus berjalan menurut Hukum Yang Mahatinggi yang agung. Hukum itu membebaskan kita dari penjara batin, menghancurkan batasan yang kita buat sendiri, dan mengajarkan kita untuk percaya pada arahan Bapa. Setiap langkah ketaatan adalah undangan untuk melihat dunia dan kehidupan dari perspektif Allah, menukar pandangan manusia yang terbatas dengan pandangan kekal Sang Pencipta.

Maka, keluarlah dari “kemah” keterbatasan dan masuklah ke “langit” janji-janji Allah. Dia ingin Anda hidup dengan cakrawala yang terbuka, dipimpin oleh perintah-perintah-Nya yang agung, dan dipersiapkan untuk mewarisi hidup yang kekal di dalam Yesus. Diadaptasi dari John Jowett. Sampai jumpa besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Bapa yang terkasih, aku datang di hadapan-Mu memohon agar Engkau membebaskanku dari ruang-ruang yang sempit dan membawaku untuk melihat langit janji-janji-Mu. Bukalah mataku untuk melihat rencana-Mu yang lebih besar.

Tuhan, tuntunlah aku agar aku berjalan dalam ketaatan pada Hukum-Mu yang agung, menukar pikiran yang kecil dengan pandangan yang luas akan tujuan-Mu. Kiranya aku hidup setiap hari dengan percaya pada pemeliharaan-Mu.

Ya Allah yang terkasih, aku bersyukur karena Engkau memanggilku keluar dari keterbatasanku. Putra-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang penuh kuasa adalah cakrawala tak berujung bagi jiwaku. Perintah-perintah-Mu adalah bintang-bintang yang menuntunku di jalan. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: “Dalam damai yang besar terdapat hukum-Mu; dan tidak ada yang akan…

“Dalam damai yang besar terdapat hukum-Mu; dan tidak ada yang akan membuat tersandung orang yang memeliharanya” (Mazmur 119:165).

Ada saat-saat ketika, saat kita membuka Kitab Suci, kita merasakan damai yang lembut turun ke atas jiwa. Janji-janji Allah bersinar seperti bintang-bintang di langit malam, masing-masing membawa cahaya dan rasa aman ke dalam hati. Dan, ketika kita mendekat dalam doa, Tuhan mencurahkan penghiburan yang dalam, seperti minyak di atas gelombang yang bergelora, menenangkan bahkan pemberontakan tersembunyi di dalam diri kita.

Penghiburan manis ini hanya menjadi abadi ketika kita memilih untuk berjalan dalam kesetiaan kepada Hukum Tuhan yang mulia. Hukum itu yang menjaga pikiran kita dari ketidakstabilan dan meneguhkan langkah kita di tengah perjuangan. Ketaatan membuka telinga untuk mendengar janji-janji dan hati untuk mengalami damai yang datang dari Yang Mahatinggi, bahkan di tengah pencobaan.

Maka, jadikanlah firman Tuhan yang kekal sebagai perlindunganmu. Siapa yang hidup dalam ketaatan akan menemukan bahwa setiap janji itu hidup dan berkuasa, dan Bapa menuntun orang-orang setia-Nya kepada Sang Anak, di mana ada pengampunan, harapan, dan keselamatan. Diadaptasi dari J.C. Philpot. Sampai besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Bapa yang terkasih, aku datang kepada-Mu mengingat betapa sering Firman-Mu membawa damai ke dalam jiwaku. Terima kasih karena Engkau menunjukkan bahwa aku tidak sendirian.

Tuhan yang terkasih, ajarlah aku berjalan dalam Hukum-Mu yang mulia, agar aku hidup peka terhadap janji-janji-Mu dan dalam damai, bahkan di tengah badai.

Oh, Allah yang terkasih, aku bersyukur karena Firman-Mu adalah penghiburan dan kekuatan bagiku. Anak-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang berkuasa bagaikan bintang-bintang yang menerangi malam. Perintah-perintah-Mu adalah balsem yang menenangkan gelombang kehidupan. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: “Aku tahu bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada…

“Aku tahu bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal” (Ayub 42:2).

Kehidupan membawa luka, pencobaan, dan kejatuhan batin yang terasa lebih berat daripada penderitaan lahiriah apa pun. Namun demikian, iman menuntun kita untuk menutup setiap bab perjalanan hidup dengan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Bukan hanya atas manfaat yang kita terima, tetapi atas segala sesuatu yang membentuk keberadaan: sukacita dan duka, kesehatan dan sakit, kemenangan dan kegagalan. Setiap bagian, bahkan yang paling sulit, digunakan Allah untuk kebaikan kita.

Pandangan ini hanya mungkin ketika kita belajar hidup menurut Hukum Tuhan yang agung. Hukum itu menunjukkan bahwa tidak ada yang sia-sia, bahkan pencobaan pun dapat menjadi kesempatan untuk dikuatkan, dan Bapa memerintah setiap detail dengan hikmat. Mentaati kehendak-Nya yang kudus menolong kita melihat tujuan di balik setiap keadaan, dan beristirahat dalam pemeliharaan Dia yang membentuk hidup kita untuk kekekalan.

Maka, bersyukurlah setiap waktu. Siapa yang tunduk pada kehendak Yang Mahatinggi akan mengerti bahwa baik sukacita maupun duka adalah alat persiapan. Bapa menuntun orang yang taat dan membawa mereka kepada Sang Anak, di mana kita menemukan pengampunan, keselamatan, dan kepastian bahwa segala sesuatu bekerja sama untuk hidup yang kekal. Disadur dari Orville Dewey. Sampai jumpa besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Tuhan yang terkasih, aku datang ke hadapan-Mu dengan hati yang bersyukur, bukan hanya atas berkat yang tampak, tetapi atas seluruh hidupku dan setiap pengalaman yang Engkau berikan kepadaku.

Bapa, ajarlah aku menaati Hukum-Mu yang agung dan melihat dalam setiap situasi — baik sukacita maupun duka — tangan-Mu bekerja untuk kebaikanku. Kiranya aku tidak pernah kehilangan kepercayaan pada tujuan-Mu.

Ya Allah yang terkasih, aku bersyukur kepada-Mu karena segala sesuatu dalam hidupku bermakna di dalam Engkau. Anak-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang berkuasa adalah dasar yang menopang setiap fase perjalananku. Perintah-perintah-Mu adalah alat ilahi yang mengubah segalanya menjadi persiapan untuk kekekalan. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.