Semua tulisan dari Devotional

Renungan Harian: Semua anak-anakmu akan diajar oleh TUHAN; dan damai sejahtera…

“Semua anak-anakmu akan diajar oleh TUHAN; dan damai sejahtera anak-anakmu akan besar” (Yesaya 54:13).

Langkah besar dan jalan langsung menuju rasa takut yang penuh hormat dan kekaguman di hadapan Allah adalah meditasi dan pengasingan diri yang tenang. Dalam keadaan tenang dan introspeksi inilah mata pikiran diarahkan ke dalam. Di sana, dengan roh yang tunduk, kita menanti di depan pintu bait Hikmat, berusaha mendengarkan suara ilahi. Pada saat itulah, cahaya dan kuasa pembedaan dari Allah dinyatakan di pusat jiwa, membawa kejelasan dan tujuan.

Dalam perjumpaan yang intim dengan Tuhan inilah Dia memanggil kita kepada keputusan terpenting: mengikuti sepenuhnya perintah-perintah kudus-Nya. Inilah pilihan yang membawa ke surga, satu-satunya jalan yang menuntun kepada damai sejati, kebahagiaan abadi, dan hidup yang kekal.

Hanya dalam ketaatan pada hukum-hukum ilahi kita menemukan jalan untuk hidup selaras dengan Allah dan dengan diri kita sendiri. Tidak ada jalan lain menuju damai dan sukacita sejati. Ketika kita menanggapi panggilan ini dengan keberanian dan kesetiaan, kita menemukan bahwa perjalanan hidup menjadi cerminan kasih karunia dan kehadiran Tuhan, menuntun kita kepada kekekalan bersama-Nya. -Diadaptasi dari Thomas Tryon. Sampai besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Allah yang terkasih, ajarilah aku menemukan saat-saat hening dan pengasingan di tengah hiruk-pikuk kehidupan, agar aku dapat mengarahkan mata hati kepada-Mu. Semoga dalam keadaan tenang itu, aku siap mendengarkan suara-Mu dan menerima terang-Mu, yang membawa kejelasan dan tujuan bagi jiwaku. Tolonglah aku mencari hikmat-Mu dengan roh yang tunduk, rela mengikuti jalan yang Engkau sediakan bagiku.

Bapa, hari ini aku memohon kepada-Mu keberanian dan kesetiaan untuk sepenuhnya menaati perintah-perintah kudus-Mu. Biarlah hidupku menjadi penyerahan total kepada kehendak-Mu, cerminan iman yang kutaruh kepada-Mu. Berikanlah aku kekuatan untuk memilih hukum-Mu di atas segalanya, mengetahui bahwa itulah satu-satunya jalan menuju damai sejati, sukacita, dan hidup yang kekal.

Oh, Allah Yang Maha Kudus, aku menyembah dan memuji-Mu karena Engkau adalah sumber segala kebaikan dan tujuan. Terima kasih atas kehadiran-Mu yang mengubah hidup, yang memberi makna pada keberadaanku. Anak-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang berkuasa adalah pelita yang menerangi langkahku. Perintah-perintah-Mu lebih manis dari madu yang paling manis. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: Ketika engkau melewati air, Aku akan menyertai engkau; ketika…

“Ketika engkau melewati air, Aku akan menyertai engkau; ketika engkau menyeberangi sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; ketika engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan terbakar, dan nyala api tidak akan menghanguskan engkau” (Yesaya 43:2).

Tuhan tidak akan menempatkanmu di hadapan air yang dalam atau api yang menyala-nyala jika Dia tidak tahu bahwa kamu sanggup menghadapinya, tanpa melebihi kekuatan kakimu atau ketahanan batinmu. Hidup yang diberkati seperti ini: tanpa kecemasan akan apa yang ada di depan, tanpa kekhawatiran berlebihan tentang langkah berikutnya, tanpa tergesa-gesa dalam menentukan arah atau memikul beban hari esok. Sebaliknya, itu berarti mengikuti Sang Gembala dengan tenang, selangkah demi selangkah, percaya bahwa Dia tahu jalan yang benar bagimu.

Kepercayaan penuh ini membawa kita untuk memahami bahwa kita perlu tunduk pada perintah-perintah cemerlang dari Sang Pencipta. Iblis hanya memiliki satu tujuan di sini: membuat orang tidak taat kepada Tuhan, tetapi siapa pun dapat menaati perintah-perintah jika benar-benar ingin menyenangkan Tuhan. Tuhan tidak pernah menuntut sesuatu yang melebihi apa yang dapat diberikan anak-anak-Nya, sehingga ketaatan menjadi sesuatu yang dapat dijangkau dan mengubahkan.

Karena itu, putuskanlah sekarang untuk percaya kepada Sang Gembala dan taat pada arahan-Nya, membiarkan Bapa memberkatimu dan membawamu kepada Sang Anak untuk hidup dalam penebusan sejati. Pilihan harian ini mengubah tantangan menjadi kemenangan pribadi dan menempatkanmu untuk menerima berkat yang mengalir dengan alami. Ikutilah satu langkah demi satu, dan lihatlah bagaimana Tuhan mengurus sisanya. Diadaptasi dari Lettie B. Cowman. Sampai jumpa besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Bapa Surgawi, terangilah pengertianku agar aku melihat pencobaan sebagai sesuatu yang Engkau izinkan karena Engkau tahu aku sanggup, tanpa takut akan api atau air. Tolonglah aku untuk hidup tanpa kecemasan akan masa depan, hanya berfokus pada langkah saat ini. Kiranya aku belajar mengikuti ritme-Mu dengan damai di hati.

Tuhanku, tanamkan keberanian dalam diriku agar aku tidak mempertanyakan jalan-Mu, tetapi menerima setiap tantangan sebagai bagian dari pemeliharaan kasih-Mu. Bimbinglah pikiranku agar aku menghindari kekhawatiran yang tidak perlu dan berfokus untuk setia mengikuti-Mu. Kuatkanlah jiwaku agar taat dengan sederhana dan penuh kepercayaan.

Oh, Tuhan yang terkasih, aku bersyukur karena Engkau membimbingku melalui jalan yang menguji tetapi tidak menghancurkan, membuktikan keyakinan-Mu atas kekuatanku. Putra-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang penuh kuasa adalah sungai yang menyejukkan perjalanan harian hidupku. Perintah-perintah-Mu adalah nyala api pelindung yang menerangi tanpa membakar. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: “Berbahagialah orang yang hidup menurut hukum Tuhan”…

“Berbahagialah orang yang hidup menurut hukum Tuhan” (Mazmur 119:1).

Menjaga hati tetap menyala selalu lebih mudah daripada mencoba menyalakan kembali sesuatu yang telah dibiarkan padam. Kebiasaan sehat membutuhkan usaha yang lebih sedikit ketika dipelihara daripada saat harus dibangun kembali. Ketika sebuah keputusan teguh diambil, keputusan itu mulai membentuk pikiran, pilihan, dan sikap kita. Seiring waktu, apa yang dulu membutuhkan disiplin akan mengalir dengan alami dan sukacita.

Dalam proses ini, perintah-perintah teguh dari Sang Pencipta mengambil peran sentral. Hukum Allah mengajarkan bahwa kesetiaan yang konsisten memperkuat batin dan menciptakan stabilitas rohani. Ketika seseorang memutuskan, tanpa ragu, untuk tetap setia pada Hukum Allah, pilihan itu berubah menjadi kekuatan yang terus bertambah. Ketaatan yang berkelanjutan menghasilkan keteguhan, kejelasan, dan kemajuan nyata di jalan menuju hidup yang kekal.

Hari ini, keputusan yang kamu pertahankan lebih penting daripada usaha yang kamu lakukan. Jangan lepaskan apa yang telah ditetapkan dengan keyakinan di hadapan Allah. Dengan tekun menaati perintah-perintah Tuhan yang bercahaya, perjalananmu akan menjadi lebih kuat, lebih bebas, dan lebih aman. Dengan demikian, kesetiaan setiap hari membangun jalan yang kokoh menuju kekekalan. Diadaptasi dari A. B. Simpson. Sampai besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Tuhan, aku ingin menjaga nyala api kesetiaan dalam hidupku. Tolong aku agar tidak lengah dalam keputusan yang telah kuambil di hadapan-Mu. Aku ingin berjalan dengan ketekunan dan keteguhan.

Beri aku disiplin untuk bertahan, kekuatan untuk tidak menyerah, dan kejelasan untuk melindungi kebiasaan baik yang sedang aku bentuk. Jagalah hatiku dari kelalaian dan rasa nyaman yang menyesatkan. Kiranya ketaatanku tetap teguh setiap hari.

Oh, Tuhan yang terkasih, aku bersyukur karena Engkau memanggilku pada hidup yang penuh ketekunan dan kesetiaan. Putra-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang penuh kuasa bagaikan api hidup yang menghangatkan dan menerangi jalan. Perintah-perintah-Mu adalah rel yang kokoh yang menuntun jiwa dengan aman hingga akhir. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: Kamu tidak akan takut terhadap kedahsyatan malam, ataupun panah yang…

“Kamu tidak akan takut terhadap kedahsyatan malam, ataupun panah yang terbang di siang hari, ataupun penyakit sampar yang berjalan dalam gelap, ataupun kebinasaan yang merusak di tengah hari” (Mazmur 91:5-6).

Dia telah menjaga dan melindungi kita dari bahaya yang tak terhitung jumlahnya, bahkan ketika kita tidak menyadarinya. Di tengah rasa aman yang tampak, kita bisa saja binasa setiap saat, jika bukan karena Dia yang melindungi kita dari “kedahsyatan malam, ataupun panah yang terbang di siang hari”, menyelamatkan kita dari jerat kehendak kita sendiri yang telah rusak. Dia bahkan melindungi kita dari diri kita sendiri, menyelamatkan kita dari pilihan-pilihan kita yang merusak.

Kita perlu melihat jejak tangan Allah di setiap jalan hidup kita, dalam setiap peristiwa, kebetulan, dan perubahan di dunia yang penuh gejolak ini. Dia hadir dalam setiap detail, melingkupi kita dengan keamanan dan memberi kita makan dengan penyediaan-Nya.

Marilah kita mengakui kesetiaan-Nya di setiap saat kehidupan, baik di masa tenang maupun di masa tantangan. Dia adalah Gembala yang menuntun kita ke air yang tenang dan juga menemani kita di padang gurun yang paling gersang. -Diadaptasi dari Henry Edward Manning. Sampai jumpa besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Allah yang terkasih, aku bersyukur kepada-Mu atas perlindungan-Mu yang terus-menerus, bahkan ketika aku tidak menyadari bahaya di sekelilingku. Aku mengakui bahwa Engkau menjaga aku bukan hanya dari ancaman yang terlihat, tetapi juga dari bahaya yang tak kasat mata dan bahkan dari pilihan-pilihan keliru yang bisa diambil oleh kehendakku sendiri.

Bapa, hari ini aku memohon agar Engkau membantuku melihat jejak pemeliharaan-Mu dalam setiap detail hidupku. Kiranya aku tidak pernah mengabaikan kesetiaan-Mu, tetapi melihat kehadiran-Mu baik di hari-hari yang tenang maupun di masa-masa sulit. Kuatkanlah kepercayaanku pada penyediaan-Mu, baik ketika aku berada di padang rumput yang hijau maupun saat melintasi tanah yang kering, mengetahui bahwa Engkau selalu bersamaku.

Oh, Allah Yang Mahakudus, aku menyembah dan memuji-Mu karena Engkau adalah Gembala yang sempurna yang tidak pernah meninggalkan domba-domba-Nya. Terima kasih atas tangan-Mu yang kuat dan penuh kasih yang menuntun langkahku dan menopangku di setiap musim kehidupan. Putra-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang berkuasa selalu menyertaiku, membuatku tetap tegak berdiri. Perintah-perintah-Mu yang indah adalah kesenangan yang tiada henti. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik…

“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik… tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam” (Mazmur 1:1-2).

Janganlah terikat pada hal-hal duniawi—kekhawatiran, kesenangan, kecemasan, atau pekerjaan—jika Anda ingin memiliki harapan yang kuat dan luhur di dalam Allah. Naikkanlah kekhawatiran dan hatimu kepada Tuhan, sebab hanya di dalam Dia harapan sejati dapat ditemukan. Periksalah apa yang dalam hidupmu paling tidak berkenan di hadapan Allah, karena hal-hal itulah yang menahan harapanmu tetap terikat di bumi. Dengan kekuatan yang berasal dari Tuhan, hadapilah rintangan-rintangan itu dengan tekad, sampai semuanya menyerah. Ketika itu terjadi, harapanmu akan terangkat, disertai hati yang penuh syukur kepada Allah yang membebaskan.

Allah selalu menolong jiwa yang bersedia berubah dan mulai hidup dalam ketaatan kepada Hukum-Nya yang berkuasa. Hukum-Nya berkuasa karena berasal langsung dari Allah, satu-satunya sumber kuasa sejati. Ketika kita menyesuaikan diri dengan perintah-perintah Tuhan, kita mengalami transformasi yang memungkinkan kita hidup dengan kebebasan, kekuatan, dan harapan yang diperbarui. Setiap langkah ketaatan membawa kita semakin dekat pada tujuan yang Allah tetapkan bagi hidup kita.

Harapan sejati lahir dari penyerahan kepada yang kekal, kepada apa yang berasal dari Allah sendiri. Jangan biarkan gangguan atau beban dunia ini mencuri kepercayaanmu kepada Tuhan. Dengan menaati hukum-Nya dan percaya pada kuasa-Nya, engkau akan menemukan kekuatan untuk mengatasi segala rintangan dan melihat harapanmu bertumbuh, ditopang oleh kasih karunia dan kesetiaan Bapa surgawi. -Disadur dari Edward B. Pusey. Sampai jumpa besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Allah yang terkasih, tolonglah aku agar tidak terikat pada hal-hal dunia ini yang seringkali mencuri damai dan mengaburkan harapanku. Ajarlah aku untuk mengangkat hatiku dan kekhawatiranku kepada-Mu, percaya bahwa hanya dalam hadirat-Mu aku menemukan kebebasan sejati. Tunjukkanlah kepadaku rintangan dalam hidupku yang tidak berkenan kepada-Mu dan berikan aku kekuatan untuk menghadapinya dengan tekad, mengetahui bahwa kemenangan berasal dari-Mu.

Bapa, hari ini aku memohon agar Engkau mengubah hatiku dan pikiranku supaya aku hidup dalam ketaatan penuh kepada Hukum-Mu yang kudus. Kiranya setiap langkah kesetiaan semakin mendekatkan aku pada tujuan yang Engkau tetapkan bagiku, memenuhi aku dengan harapan yang diperbarui. Jangan biarkan gangguan atau beban dunia ini menjauhkan aku dari kepercayaan pada kuasa-Mu, yang adalah sumber kekuatanku.

Ya Allah Yang Mahakudus, aku menyembah dan memuji-Mu karena Engkau adalah dasar yang kokoh bagi harapanku. Terima kasih atas Hukum-Mu yang berkuasa, yang membebaskan dan mengubah hidupku. Kiranya kepercayaanku kepada-Mu semakin bertumbuh setiap hari, ditopang oleh kesetiaan-Mu, dan aku hidup dengan hati yang penuh syukur serta harapan yang hanya berasal dari-Mu. Putra-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Perintah-Mu yang indah adalah sumber sukacitaku. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: Dari tempat tinggi, ulurkanlah tangan-Mu dan bebaskanlah aku;…

“Dari tempat tinggi, ulurkanlah tangan-Mu dan bebaskanlah aku; selamatkanlah aku dari luasnya air” (Mazmur 144:7).

Kita harus terus berdoa dan menantikan Tuhan, sampai suara hujan yang deras terdengar. Tidak ada alasan untuk tidak meminta hal-hal besar, sebab, tanpa ragu, kita akan menerimanya jika kita meminta dengan iman dan berani menunggu dengan ketekunan yang sabar. Sementara itu, kita harus melakukan apa yang bisa kita lakukan, percaya bahwa Tuhan akan melakukan apa yang hanya Dia dapat lakukan. Kita tidak dapat menciptakan listrik, tetapi kita dapat memasang kabel di mana listrik itu akan mengalir dan memenuhi tujuannya. Demikian juga, kita tidak dapat mengendalikan Roh, tetapi kita dapat menempatkan diri di hadapan Tuhan sehingga Dia dapat menjangkau kita.

Saat kita setia mengikuti perintah Tuhan, bahkan di tengah rintangan, kita menempatkan hidup kita selaras dengan kuasa dan hembusan Roh Kudus. Tuhan bertindak sebagai respons atas ketaatan dan kepercayaan, dan selama kita menantikan-Nya, hati dan tindakan kita akan selaras dengan rencana kekal-Nya. Menunggu bukanlah tindakan pasif; itu adalah bukti iman yang hidup, yang terwujud baik dalam doa maupun tindakan nyata.

Maka, tetaplah teguh dalam iman dan bersedia untuk taat. Lakukanlah segala yang Tuhan panggil untuk engkau lakukan, percaya bahwa kekuatan-Nya akan datang pada waktu yang tepat. Seperti angin yang kuat menggerakkan air, Roh Allah berhembus atas mereka yang menempatkan diri dalam penyerahan setia kepada-Nya. Maka, apa yang tampak mustahil akan menjadi kenyataan, digenapi oleh kuasa Allah dalam hidupmu. -Disadur dari Lettie B. Cowman. Sampai besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Allah yang terkasih, tolonglah aku untuk menantikan Engkau dengan iman yang hidup dan ketekunan yang sabar. Ajarlah aku berdoa dengan penuh keyakinan, meminta hal-hal besar tanpa ragu bahwa Engkau akan mendengar dan bertindak pada waktu yang tepat. Kiranya aku melakukan bagianku, mempersiapkan hidupku menjadi saluran di mana Roh-Mu dapat bergerak, percaya bahwa apa yang di luar jangkauanku ada dalam tangan-Mu yang berkuasa.

Bapa, hari ini aku memohon agar Engkau menyelaraskan hati dan tindakanku dengan rencana kekal-Mu. Berikanlah aku kekuatan untuk setia mengikuti perintah-Mu, bahkan di tengah rintangan, dan untuk tetap teguh dalam kepercayaan saat aku menantikan campur tangan-Mu. Kiranya imanku tidak pasif, melainkan menjadi kesaksian aktif atas ketaatan dan kepercayaan pada Firman-Mu, yakin bahwa kekuatan-Mu akan datang pada waktu yang sempurna.

Oh, Allah Yang Maha Kudus, aku menyembah dan memuji Engkau atas kuasa Roh Kudus-Mu yang mengubahkan. Terima kasih karena Engkau membuat hal yang mustahil terjadi dalam hidup mereka yang menyerahkan diri dengan setia kepada-Mu. Kiranya hidupku menjadi cerminan kehendak-Mu dan, dengan percaya kepada-Mu, aku melihat kuasa-Mu mewujudkan apa yang melampaui kekuatan dan harapanku. Anak-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang perkasa membimbingku di hari baik maupun buruk. Perintah-Mu yang indah hanya membawa sukacita bagiku. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: Tetapi Yesus menjawab: Ada tertulis: Manusia tidak akan hidup dari…

“Tetapi Yesus menjawab: Ada tertulis: Manusia tidak akan hidup dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Matius 4:4).

Kristus mengalahkan Iblis dengan Firman. Dia hanya menyatakan: “Ada tertulis”; dan, sekali lagi, untuk kedua dan ketiga kalinya: “Ada tertulis”. Itulah panah yang tepat sasaran yang mengenai musuh dan membuatnya mundur. Iblis tidak peduli dengan perasaan kita; dia mampu memanipulasi baik yang baik maupun yang buruk. Ia dapat membawa kita ke puncak gunung atau ke dasar lembah, tetapi kita hanya dapat mengalahkannya dengan pedang Roh, yaitu Firman Allah.

Jika kita benar-benar menerima Kitab Suci dan mengikuti petunjuk Allah—hukum-hukum-Nya yang kekal—iblis tidak akan berkuasa untuk membinasakan kita. Ia tidak berdaya di hadapan kehidupan yang didasarkan pada ketaatan dan kesetiaan kepada Firman Allah. Kekuatan musuh terletak pada penolakan terhadap petunjuk ilahi; ketika kita menjauh dari perintah Tuhan, kita menjadi rentan terhadap serangannya.

Oleh karena itu, pertahanan terbesar kita terhadap iblis adalah ketaatan pada Firman dan kepercayaan pada otoritas ilahi. Sama seperti Yesus menggunakan Kitab Suci untuk melawan, kita juga harus berdiri teguh pada hukum-hukum Allah sebagai dasar kita. Ketika kita hidup sesuai dengan kehendak Bapa, musuh tidak memiliki akses ke hati kita, dan kita menemukan kekuatan serta kemenangan dalam kehadiran dan perlindungan Allah. -Diadaptasi dari D. L. Moody. Sampai besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Allah yang terkasih, ajarlah aku menggunakan Firman-Mu sebagai senjata melawan godaan dan serangan musuh. Tolong aku untuk mengingat bahwa, seperti Kristus menang dengan “Ada tertulis,” aku juga dapat menemukan kekuatan dan perlindungan dalam kebenaran-Mu yang kekal. Berikan aku hikmat untuk mengenal hukum-hukum-Mu dan keberanian untuk hidup taat kepadanya, mengetahui bahwa di dalamnya terdapat perlindunganku terhadap kejahatan.

Bapa, hari ini aku memohon agar Engkau menguatkan hatiku untuk tetap setia pada Firman-Mu dalam segala situasi. Semoga aku tidak bergantung pada perasaan yang tidak stabil, melainkan berdiri teguh di atas dasar kehendak-Mu yang kokoh. Jauhkan aku dari segala penyimpangan dari perintah-Mu dan tuntun aku di jalan kesetiaan, di mana musuh tidak berkuasa atasku.

Oh, Allah Yang Maha Kudus, aku menyembah dan memuji-Mu atas Firman-Mu yang hidup, berkuasa, dan sanggup mengalahkan kejahatan. Terima kasih karena Engkau memberiku perlindungan yang tak tergoyahkan terhadap musuh dan atas penjagaan-Mu yang terus-menerus. Anak-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang penuh kuasa adalah pelita yang menuntunku di lembah air mata ini. Aku sangat mencintai semua perintah-Mu yang indah. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: Ketika Ia membawa semuanya keluar, Ia berjalan di depan mereka,…

“Ketika Ia membawa semuanya keluar, Ia berjalan di depan mereka, dan domba-domba itu mengikuti-Nya, karena mereka mengenal suara-Nya” (Yohanes 10:4).

Tidaklah baik bagi kesejahteraan kita untuk selalu berada di tempat yang nyaman dan bahagia, karena Allah mendorong kita keluar agar kita benar-benar bertumbuh. Bayangkanlah domba-domba yang meninggalkan kandang untuk menjelajahi pegunungan yang menyegarkan, atau para pekerja yang diutus ke ladang sebelum gandum itu hilang—seperti itulah Tuhan menggerakkan kita untuk menguatkan kita. Bersemangatlah, sebab jika Dia memutuskan untuk membawa kita keluar dari zona nyaman, itu karena Dia tahu apa yang terbaik; majulah menuju padang rumput hijau, air yang tenang, dan ketinggian yang tinggi, dengan percaya bahwa Dia berjalan di depan.

Kepercayaan ini membawa kita untuk memahami bahwa kita perlu menaati perintah-perintah menakjubkan dari Sang Pencipta dan Hukum-Nya yang tiada banding, yang telah disampaikan melalui para nabi yang memberitakan Mesias dan oleh Juruselamat itu sendiri. Allah hanya menunjukkan jalan-jalan-Nya kepada mereka yang dengan setia tunduk, memberkati mereka dan membawa mereka kepada Sang Anak untuk menerima pengampunan dan keselamatan sejati, sementara mereka yang keras kepala tidak menerima anugerah ilahi ini. Taat seperti Yesus dan para pengikut-Nya membawa kita pada pembebasan sejati dan membuka pintu bagi berkat-berkat yang melampaui apa yang kita bayangkan.

Karena itu, tanggapi panggilan Allah dengan keluar dari kenyamanan dan memilih ketaatan sebagai prioritas harian Anda, memungkinkan Dia memberkati dan membimbing Anda menuju perjumpaan penyelamatan dengan Yesus. Sikap praktis ini mengubah tantangan menjadi petualangan penuh tujuan dan menempatkan Anda pada posisi untuk hidup yang berkelimpahan. Majulah dengan keberanian, mengetahui bahwa Tuhan telah mempersiapkan jalan di depan Anda. Diadaptasi dari Lettie B. Cowman. Sampai jumpa besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Bapa surgawi, nyatakanlah kepadaku keindahan meninggalkan kenyamanan ketika Engkau memanggilku, menolongku melihat bahwa perubahan-perubahan ini adalah untuk pertumbuhan dan kesejahteraanku. Kiranya aku tidak menolak arahan-Mu, melainkan merangkul kesempatan untuk menjelajahi cakrawala baru dengan iman. Bebaskan hatiku dari keterikatan pada hal-hal yang mudah dan penuhi aku dengan pengharapan akan apa yang akan datang.

Tuhanku, anugerahkanlah keberanian kepadaku untuk mengikuti panggilan-Mu meskipun tampak tidak pasti, memperkuat tekadku untuk taat di setiap langkah. Bimbinglah perjalananku agar aku dapat mengenali suara-Mu seperti domba mengikuti gembalanya, menyesuaikan jalanku dengan rencana-Mu yang sempurna. Kiranya penyerahan ini membuatku semakin percaya diri dan siap untuk ketinggian yang telah Engkau siapkan.

Oh, Tuhan yang terkasih, aku bersyukur karena Engkau mendorongku keluar dari zona nyaman, membimbingku ke padang rumput yang menyegarkan dan air yang damai. Putra-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang penuh kuasa adalah penuntun yang tak pernah gagal yang membawaku pada pencapaian rohani yang baru. Perintah-perintah-Mu adalah napas penyegar yang mendorong jiwaku naik ke tempat yang lebih tinggi. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: “Tuhan itu baik kepada semua orang, dan belas kasihan-Nya menjangkau…

“Tuhan itu baik kepada semua orang, dan belas kasihan-Nya menjangkau segala karya-Nya” (Mazmur 145:9).

Allah tidak membutuhkan apa pun, karena sifat-Nya adalah memberi, mengasihi, dan memberkati. Segala sesuatu yang mengalir dari-Nya lahir dari kasih yang murni, murah hati, dan tanpa pamrih, yang meluas ke seluruh ciptaan. Dia menopang, memelihara, dan menunjukkan kebaikan bahkan kepada mereka yang tidak mencari-Nya. Namun demikian, kebaikan umum ini tidak boleh disamakan dengan persetujuan ataupun keselamatan.

Hukum yang diberikan kepada para nabi Perjanjian Lama dan oleh Yesus menunjukkan bahwa mengenal kehendak Allah dan memilih untuk tidak taat memutus akses kepada berkat yang berkelanjutan. Allah memang baik kepada semua orang, tetapi Dia tidak memelihara persekutuan, tuntunan, maupun keselamatan dengan mereka yang secara sadar menentang perintah-perintah-Nya. Di mana ada ketidaktaatan yang disengaja, berkat tidak tetap aktif.

Hari ini, inilah saatnya untuk memeriksa hati dengan kejujuran. Tidak cukup hanya mengakui bahwa Allah itu penuh kasih; kita harus menanggapi kasih itu dengan ketaatan. Dengan menyesuaikan hidup pada perintah Tuhan yang luhur, jiwa akan hidup di bawah tuntunan dan pemeliharaan-Nya yang terus-menerus. Inilah jalan di mana hidup menemukan makna, kestabilan, dan penebusan. Diadaptasi dari A. B. Simpson. Sampai jumpa besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Tuhan, aku mengakui bahwa Engkau baik setiap waktu dan segala sesuatu yang berasal dari-Mu adalah sempurna. Aku tidak ingin mengacaukan kebaikan-Mu dengan izin untuk tidak taat. Aku rindu hidup selaras dengan kehendak-Mu.

Berikan aku rasa takut akan Engkau agar aku tidak melawan apa yang sudah kuketahui, kekuatan untuk taat tanpa ragu, dan kejelasan untuk membenahi jalanku. Jauhkan dariku segala rasa aman yang palsu dan ajarkan aku berjalan dengan kesetiaan yang sejati. Kiranya hidupku mencerminkan penyerahan yang tulus di hadapan-Mu.

Oh, Tuhan yang terkasih, aku bersyukur atas kebaikan-Mu yang tak pernah berhenti dan atas petunjuk-Mu yang jelas. Putra-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang berkuasa adalah pagar kudus yang melindungi hidup dan menuntun pada kebenaran. Perintah-perintah-Mu adalah ungkapan kasih-Mu yang hidup yang menuntun pada keselamatan. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.

Renungan Harian: Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku? Mengapa engkau gelisah…

“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku? Mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah, sebab aku akan memuji-Nya lagi, Dia adalah penolongku dan Allahku” (Mazmur 42:5).

Kekesalan, kegelisahan, dan ketidaksabaran yang ditimbulkan oleh pencobaan-pencobaan kecil sepenuhnya berasal dari ketidaktahuan dan kurangnya pengendalian diri kita. Memang benar bahwa kita bisa merasa frustrasi dan terganggu oleh situasi-situasi tersebut, tetapi hal itu menempatkan kita pada posisi untuk melatih kesabaran, penyerahan diri yang lembut, dan pengorbanan diri, di mana kita dapat menemukan kepenuhan Allah.

Tidak ada gunanya melawan Allah, seolah-olah kita bisa mendapatkan sesuatu dengan mengeluh atau mengambil jalan hidup yang kita tahu bukan kehendak-Nya. Allah tidak memanggil kita untuk berputus asa, melainkan untuk percaya. Ketika kita menyadari bahwa Dia bahkan menggunakan tantangan untuk membentuk karakter kita dan mendekatkan kita kepada-Nya, kita menemukan kekuatan untuk bertahan. Mengeluh atau mencoba menghindari arahan-Nya hanya akan menjauhkan kita dari damai sejahtera yang ingin Dia berikan kepada kita.

Apa yang berasal dari Allah, tanpa keraguan, adalah hukum-hukum-Nya. Jika kita memiliki kerendahan hati untuk mengakuinya dan keberanian untuk melaksanakannya, kita akan menemukan kebahagiaan sejati. Hukum-hukum itu bukanlah beban, melainkan jalan menuju kebebasan dan sukacita. Ketaatan kepada perintah-perintah Allah tidak hanya menyelaraskan hati kita dengan hati-Nya, tetapi juga memberi kita anugerah yang diperlukan untuk menghadapi segala pencobaan dengan sabar dan damai. -Diadaptasi dari Gaston Jean Baptiste. Sampai besok, jika Tuhan mengizinkan.

Berdoa bersama saya: Allah yang terkasih, sering kali aku membiarkan pencobaan-pencobaan kecil mengganggu hatiku, sehingga kehilangan kesempatan untuk bertumbuh dalam kesabaran dan penyerahan diri. Tolong aku untuk melihat momen-momen ini sebagai kesempatan untuk semakin dekat dengan-Mu dan membentuk karaktermu sesuai kehendak-Mu. Kiranya aku meninggalkan kekesalan dan ketidaksabaran, percaya bahwa Engkau sedang bekerja di dalam diriku, bahkan di tengah tantangan sehari-hari.

Bapa, hari ini aku memohon kerendahan hati untuk mengenali arahan-Mu dalam hidupku dan keberanian untuk menaati hukum-hukum-Mu dengan sukacita. Bebaskan aku dari kebiasaan mengeluh atau menolak rencana-Mu, dan ajarlah aku menerima setiap pencobaan sebagai bagian dari kasih-Mu yang penuh perhatian. Kiranya ketaatanku menjadi cerminan dari kepercayaanku kepada-Mu, membawa damai di hatiku dan anugerah untuk bertahan.

Ya Allah Yang Maha Kudus, aku memuji dan menyembah-Mu karena Engkau adalah Bapa yang setia yang bahkan menggunakan situasi-situasi terkecil untuk kebaikanku. Terima kasih atas perintah-perintah-Mu, yang bukan beban, melainkan jalan menuju kebebasan dan kebahagiaan sejati. Anak-Mu yang terkasih adalah Pangeran dan Juruselamatku yang kekal. Hukum-Mu yang berkuasa tidak pernah membuatku bingung. Aku berdoa dalam nama Yesus yang berharga, amin.